Thursday, 7 December 2017

ROHADI SOPIR PENGANGKUT PASIR ILEGAL MENINGGAL TERSERET BANJIR




Laporan – Karminto Adi, Ssos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG - Penambangan pasir yang didugajn ilegal digemparkan dengan tewasnya seorang sopir truk pengangkut pasir, Satu Minggu yang lalu.

Namun peristiwa yang terjadi di lokasi lahan milik Perhutani ini tidak terexpose oleh media, karena dari informasi yang telah digali media ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada tuntutan dari pihak keluarga korban.

Korban yang diketahui bernama Rohadi warga Desa Jagalan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang ini, juga diprediksi sangat berani karena mengambil pasir dari lokasi tempat yang diduga tak berizin tersebut.

Dari pihak Polsek Pronojiwo saat dimintai keterangan juga membenarkan adanya kejadian tersebut, namun enggan memberikan komentar karena itu ranah dari Polsek Ampelga 2017/12/02 08:39 ding.

"Silakan ikut wilayah Malang langsung ke Ampel Gading saya gak berani komen," katanya kepada media via WA, tadi sore.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo, Paiman saat dimintai keterangan seputar hal itu mengatakan dan membenarkan jika lokasi tambang pasir tersebut memang tak berizin.

"Kalau lokasinya ada di hutan. Dan itu milik Perhutani. Saya sebenarnya tidak mengetahui persis, hanya saya tahu kalau kejadian itu ada dan sudah diselesaikan oleh pihak keluarga," jelasnya.

Ketika ditanya lokasi tambang tersebut, Paiman juga membeberkan bahwa itu milik Bagong, yang berada di Dusun Sumberurang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

"Ya dulu lokasi tambang pasir itu milik Bagong, tapi sekarang saya ngga tau lagi milik siapa," ujarnya lagi.

Dijelaskan lagi oleh Paiman kalau di wilayah Kecamatan Pronojiwo sebenarnya banyak lahan tambang pasir yang tidak berizin alias ilegal, sekitar 20 tempat tambang.

Kejadian ini awalnya diinfokan oleh warga Desa Sidomulyo, namun enggan disebut namanya di media pada tanggal 29 Nopember 2017 beberapa waktu yang lalu. (Kar)             
Ker Foto: Rohadi Sopir meninggal terser banjir

HARAPAN MASYARAKAT CANDIPURO TERWUJUD SUWARI TERPILIH MENJADI KEPALA DESA




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG -  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten  Lumajang berlangsung demokratis, Rabu 6/12 .

Secara umum pemilihan pemimpin desa itu berlangsung lancar dan kondusif.
Kendati begitu, pilkades disejumlah desa menemui berbagai kendala. Mulai dari faktor cuaca sampai membludaknya pemilih pada tempat pemungutan suara (TPS) yang tak tertampung karena keterbatasan ruang dilokasi. Kondisi ini bisa dilihat pada Pilkades di 7Desa Candipuro Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

Pemilih yang begitu antusias ingin mencoblos terpaksa harus berdesak-desakan. Namun kendala itu bisa diantisipasi panitia penyelenggara pilkades dan aparat yang mengamankan jalannya pilkades.

Berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan sejumlah kades terpilih sudah mulai tergambar. Panitia pilkades yang menggelar pemungutan suara mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB berlangsung lancar. Termasuk proses penghitungan suara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai

Hasil reportase pilkades yang dilakukan tim Radar Kota mengetahui Pilkades didesa Candipuro dimenangkan dimenangkan Suwari Sh.Suwari adalah calon  yang terpilih, sesuai harapan maayarakat Candipuro.Karena  semenjak menjadi Plt.Kepala Desa menjalankan roda pemerintahan Desa Candipura mempunyai kemajuan.
Senada seperti yang disampaikan Salim  warga Candipuro saat dikonfirmasi awak media menerangkan bahwa, harapan masyarakat menjadi kenyataan saudara Suwari terpilih menjadi Kepala Desa,masyarakat sangat berharap, bisa seperti waktu menjadi Plt. Kepala Desa Candipuro melayani warganya 1 X 24 jam."terangnya.
Dia berharap, masyarakat bisa terus memantau prosesi pilkades hingga pelantikan digelar. Serta, mampu menjaga situasi kondusif pasca pilkades serentak.

“Pesta demokrasi sudah selesai. Jangan ada lagi kubu A atau B. Semua masyarakat kembali berbaur membangun desanya. Kawal semua program pembangunan yang dirancang oleh aparatur pemerintah,"pungkasnya.

Wednesday, 6 December 2017

SUWARI CALON KADES CANDIPURO SIAP LAYANI WARGANYA 1X24 Jam




Laporan : Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG – Jelang Pilkades serentak sekabupaten Lumajang, pada tanggal 29/11, tiga calon Kades Candipuro timur melakukan kampanye terbuka.

Calon nomor urut 1 Suwari Sh,dengan bendera hijau menggelar kampanye terbuka di lapangan Candipuro berjalan dengan lancar.

Ketua BPD Candipuro yang turut hadir mengungkapkan, hari ini  kampanye Calon Kades Candipuro Kecamatan Candipuro berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

Pada hari ini ada tiga kandidat pasang calon Kades yang melakukan kampanye terbuka yaitu nomor urut 1. Suwari Ah, 2. Bambang. 3. Istiarto

Suwari Calon Kades mwnyampaikan bahwa, Kegiatan kampanye damai  sebagai salah satu bentuk komitmen para calon Kades untuk saling menyepakati menjaga ketertiban dan keamanan siapapun yang menang nantinya.
Dirinya menghimbau kepada para calon dan seluruh masyarakat pendukung masing-masing calon untuk tetap bersama menjaga situasi Kamtibmas agar desa tetap dalam kondisi aman.

“Saya berharap agar semua calon bisa menjaga massa dan simpatisannya untuk tidak melakukan tindakan provokatif, “tandasnya.
Menurutnya untuk calon nomor 1 ini sesuai dengan visi misi yang di usung yaitu beriman, berilmu, amanah, jujur dan adil (BAJA).
ini, menyampaikan bahwa Suwari, SH dipastikan sebagai Calon Kepala Desa Candipuro. Visi-misinya jelas dan berpihak kepada rakyat.

Visinya adalah ‘membangun desa yang berkeadilan’, sedangkan misinya antara lain : melayani masyarakat secara prima 24 jam, mengayomi dan memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat utamanya yang lemah/ rakyat kecil, peduli terhadap rakyat miskin dengan melakukan bedah rumah tidak layak huni, mengedepankan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan sumber daya manusia agar dapat menciptakan masyarakat yang ber-akhlaqul karimah, damai sejahtera, berkomitmen menjalankan roda pemerintahan sebagai amanah rakyat dan melanjutkan pemimpin sebelumnya dengan ikhlas sehingga mendapat ridho Allah.

“Kepada masyarakat Candipuro saya mohon dukungan dan do’a restunya. Dengan ucapan Bismillaahir Rohmaanir Rohiim saya haturkan kepastian itu kepada Allah agar dapat manfaat demi rakyat Candipuro. Salam lanjutkan....!!! “Kami yakin calon kita usung ini akan menang dalam Pilkades tahun 2017 untuk memimpin Desa Candipuro  menuju desa berkembang dan lebih maju dan bermarrabat,” pungkasnya (kar)

Friday, 1 December 2017

POLISI BEKUK PENADAH SINDIKAT MOTOR CURIAN




Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG  - Makin maraknya aksi begal atau rampok jalanan akhir - akhir ini merajalela dan semakin beringas tak segan - segan melukai korbanya.Dampaknya warga lumajang dihantui rasa ketakutan yang swmakin mencekam. Sehingga dari Jajaran Polres Lumajang harus kerja ekstra keras dan berhasil bekuk penadah sepeda motor dari hasil barang curian itu. Mereka  berinisial AG.
dalam releasenya Polres Lumajang, Kamis(30/11/2017) telah menangkap Penadah Motor Curian berinisial AG (29) Warga Dusun Krajan Rt 04 Rw 02, Desa Salak, Kecamatan Randu Agung.
Kejadian yang dalam sepekan terjadi beberapa kali bahkan mirisnya lagi para begal yang tidak segan-segan melukai para korban membuat masyarakat ketakutan.

Tertangkapnya penadah motor yang diduga hasil kejahatan sedikit bisa membuat masyarakat lumajang lega dan sedikit bisa mengobati rasa ketakutan itu namun sayangnya para pelaku begal masih belum tertangkap.

Dari tiga kejadian tersebut di antaranya pada minggu 26 November menimpa seorang bidan Puskesmas, motor dirampas kepala dibacok.
Yang 2017/12/01 09:38  menimpa seorang bidan Puskesmas, motor dirampas kepala dibacok kemudian sebelumnya seorang guru Yayasan Al Uswah, Evi Tri Wulandari (44) Dusun Tegir Desa Pasirian Kecamatan Pasirian motor jenis Honda Beat dengan nomor polisi N-6403-UV.dirampas begal serta Viral di medsos akun atas nama wong sirian wong, menulis Selasa(28/11/2017) kawanan begal juga berhasil menendang korban, Lilik Wahyuni dan membawa kabur Honda Beat 2015 injection miliknya di wilayah Kali Pancing Lempeni Lumajang sekitar pukul 05.00.

Hari ini dalam releasenya Polres Lumajang, Kamis(30/11/2017) telah menangkap Penadah Motor Curian berinisial AG (29) Warga Dusun Krajan Rt 04 Rw 02, Desa Salak, Kecamatan Randu Agung.

Tim gabungan Polres Lumajang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP. Roy Aquary Prawirosastro, SH, melakukan penggerebekan di salah satu rumah tersangka dan berhasil mengamankan beberapa barang bukti yang di antaranya, 1 unit R2 Suzuki Satria FU Warna Hitam.1 unit R2 Honda Vario warna putih tanpa plat nomor.1 unit R2 Honda Beat warna putih biru tanpa plat nomor.

Masyarakat berharap dengan tertangkapnya penadah motor curian di Desa Salak Kecamatan Randu Agung, begalnya bisa segera tertangkap. Karena saat ini begalnya masih lenggang kangkung meneror masyarakat.

“Ya mudah-mudahan dengan tertangkapnya penadah di desa salak pihak yang berwajib segera bisa mengungkap dan menangkap para pelaku begal,” pungkasnya(Kar)

PANTUN KEPALA DPM PATRIA DIRESPON NEGATIF RT/RW





Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG  -  Pantun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi pada acara pembinaan RT/RW di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah beberapa hari yang lalu terus menjadi 'momok' dan pembicaraan publik hingga saat ini, Kamis (23/11).

Pasca viral di media sosial, akun bernama Andy Soeryanto mengomentari sembari dirinya sebagai warga menyangkan akan situasi birokrasi Lumajang yang saat ini dinilainya terlalu vulgar.

"Waduh kok yaa semakin vulgar gini yaa birokrat ? Mbok yaa sing Alus, jabatan itu titipan dan amanah bukan punya Mak  nYik pak brooo," tulisnya.

Disusul oleh pemilik akun yang lain yang sarat dengan keheranan.

"Layo pola trimakno warisan mbah buyute iku," tulis pemilik akun bernama KI Rombeng Pamungkas.
Yang artinya : Mungkin dikira warisan.

Lebih mengerucut, beberapa menit dibawahnya, akun yang sama ini menulis ''ngono iku sing ngrusak negoro'' yang artinya : Begini ini yang merusak negara.

Selain itu, tanggapan juga disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda Lumajang, Agus Amir pada awak media.

Ia mengatakan, pantun yang dilontarkan Patria Dwi Hastiadi AP, sebagai aparatur negara yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Lumajang seraya mendukung Drs. H. As’at, M.Ag sebagai bupati periode 2018-2023, sangat salah dan tidak layak.

“Apa yang disampaikan Pak Patria sangat salah, bahkan tak pantas di ucapkan dalam ruang terbuka. Ingat, dia seorang pejabat negara," ucapnya.

Dia mengaku heran dan mempertanyakan apakah Patria tidak paham dan tidak membaca SE Menpan RB yang isinya melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat dalam aksi dukung mendukung calon bupati pada pilkada 2018.

“Masak yang besangkutan (Patria, Red) tidak membaca SE itu. Ini gak bisa dibiarkan agar tidak berlanjut pada aparatur yang lain untuk melakukan hal sama," imbuhnya.

Perlu diketahui, saat acara pembinaan RT-RW, di Desa Tegal Randu Klakah Lumajang, Selasa (21/11) Patria melontarkan pantun yang berbunyi, “Branjang kawat kecemplung sumur. Ronggo lawe ilang saktine. Bakalan kualat sak umur-umur, yen RT-RW ndak dukung bupatine”.

Bukan hanya itu, sebagai mana direkam dan dipublikasikan oleh media masa, sambutan Patria dalam acara tersebut bernuansa ajakan untuk mendukung kembali Drs. H. As’at sebagai Bupati Lumajang Periode 2018-2023.

Dia menyampaikan, kalau tunjangan RT/RW dinaikkan sebesar Rp 50 ribu dari 150 ribu menjadi 200 ribu/ bulan dari 8.826 RT/RW se Kabupaten dikalikan 12 bulan mencapai Rp 5,3 miliar.

“Dari Rp 5,3 miliar itu, saya selaku Kepala DPM Lumajang juga pembina RT/RW siap menata anggaran jika diperintahkan oleh bupati dan disetujui oleh Ketua DPRD. Saya coba dulu jangan tepuk tangan. Kalau ndak bengok-bengok I Like Lumajang ndak bisa merobohkan tenda ini, ya jangan dinaikkan pak bupati,” ungkapnya lalu tertawa.

Dikahir sambutan, Patria kembali menghembuskan pantun.

"Tetaplah bersemangat, Yang terakhir. Mangan sate sambele tomat. Neng jero alas golek apukat. Lek Pak RT dan RW wes sepakat, rong ewu wolulas (2018) dukung Pak As'at,"

Namun ketika hendak dikonfirmasi sejumlah wartawan untuk konfirmasi terkait pantunnya yang menimbulkan penafsiran beragam itu, Patria berjanji Jum’at pekan ini.

“Rabu depan atau jum’at besok karena ini masih terima tamu dr jakarta di pemda,” ungkapnya lewat pesan singkat pada wartawan.(Kar)

Ket foto : Ka.DPM Lumajang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Patria Dwi Hastiadi AP.

KAPOLSEK PRONOJIWO BERSAMA DANRAMIL LAKUKAN SILATURAHMI DAN PEMASANGAN HIMBAUAN KAMTIBMAS TAMU WAJIB LAPOR 1X24 JAM

Laporan – Karminto Adi, SSos Wartawan RADAR KOTA LUMAJANG - Kapolsek Pronojiwo IPTU Kusnan bersama Danramil Pronojiwo Kapten I ...