Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Saturday, 3 February 2018

KEMBALI, BUPATI KUNJUNGI LOKASI BANJIR ROWOKANGKUNG




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan RADAR KOTA

LUMAJANG - Kabupaten Lumajang, 02 Pebruari 2018---Bupati Lumajang, Drs. H. As’at. M. Ag., kembali mengunjungi lokasi banjir di wilayah Kecamatan Rowokangkung, Jum’at pagi (02/02/2018). Namun, kali ini, bupati menuju kawasan Persil Dusun Genitri Kidul,  Desa Rowokangkung. Beberapa hari sebelumnya, bupati juga sempat memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Rowokangkung.

Kunjungan Bupati Lumajang, Drs. As'at, M.Ag., didampingi Kepala Bappeda dan Kepala BPBD, sekaligus memberikan bantuan berupa 240 paket makanan siap saji. Paket bantuan itu,  dibagikan langsung kepada semua kepala keluarga Dusun Genitri Kidul yang rumahnya terendam banjir.

Kehadiran bupati tersebut, juga didalam rangka melihat secara langsung, guna melakukan normalisasi sungai. Setelah normalisasi masyarakat harus ikut membantu untuk menjaga kebersihan sungai. Hal itu, yang menjadi harapan Bupati kepada masyarakat. Ia juga meminta warga masyarakat bersabar dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di got ataupun aliran sungai. Namun, yang tak kalah pentingnya, adalah ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut salah satu warga, Sukardi, banjir terjadi disebabkan intensitas air hujan yang tinggi pada Kamis malam(01/02),  yang mengakibatkan tanggul sungai Jatiroto jebol, sehingga luapan air masuk di perkampungan warga.

Di samping itu, di lokasi banjir, tepatnya di Dusun Genitri Kidul, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, juga menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat. Di Pos tersebut, juga disediakan fasilitas kesehatan untuk kondisi darurat.
Sejauh ini, aktifitas warga masih belum normal seperti biasanya.  Genangan air banjir , sudah mulai surut,  hanya saja, warga masih belum memungkinkan melakukan aktifitas (Kar)

BUPATI BERI BANTUAN KORBAN BANJIR DI DUSUN BLIMBING




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan RADAR KOTA

LUMAJANG - Kabupaten Lumajang, 02 Pebruari 2018--Usai meninjau korban banjir ke Dusun Genitri Kidul,  pada pagi yang sama Bupati Lumajang, Drs. As'at, M.Ag., melanjutkan kunjunganya ke Dusun Blimbing Desa Rowokangkung yang juga terdampak banjir dari jebolnya tanggul Sungai Lanang. Di Dusun Blimbing, Bupati membagikan sejumlah paket makanan siap saji kepada 55 Kepala Keluarga.

Bupati meminta kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. Bupati mennginsruksikan agar kepala dusun dan para RT/RW melakukan sosialisasi dan melakukan kontrol kepada warganya, agar tidak membuang sampah di sungai. Hal itu, untuk menjaga kepentingan bersama, terhindar dari bencana banjir.

Setelah Dusun Blimbing, kunjungan bupati selanjutnya adalah Desa Sidorejo.  Di lokasi itu, terdapat beberapa rumah warga yang tergenang banjir. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga membagikan sejumlah paket sembako kepada 45 kepala keluarga. Bantuan itu,utuk meringkankan beban warga, selama tidak bisa mencari nafkah karena banjir.

Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkungn, merupakan salah satu desa di Kecamatan Rowokangkung  yang hampir setiap musim hujan dilanda bencana banjir. Desa Sidorejo, diketahui berada di dataran paling bawah dan dilinttasi aliran sungai (Kar)

Thursday, 1 February 2018

BUPATI: INSTRUKSIKAN CEPAT TANGGAPI KASUS DIFTERI




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan RADAR KOTA

LUMAJANG - Humas dan Protokol, 01 Pebruari 2018---Bupati Lumajang Drs.H. As'at M. Ag., menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan untuk segera cepat tanggap teradap adanya kasus wabah Difteri. Hal itu, disampaikan, saat bupati membuka Pembinaan pelaksanaan “Outbreak Response Imunization ( ORI ) Difteri” Kabupaten Lumajang di Pendopo Lumajang, Kamis (01/02/2018).

Bupati As’at menjelaskan, saat ini penyakit difteri muncul kembali di wilayah  Indonesia. Kebanyakan penyakit ini di derita oleh anak anak usia dini.  Wabah penyakit difteri yang menyebar luas saat ini, terjadi karena anak–anak yang tidak ikut Imunisasi sesuai dengan tahapan umur. 

Bupati As'at mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan agar secepatnya melakukan sistem ORI tersebut, agar wabah  penyakit difteri tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Dr. Triworo,  melaporkan, bahwa penyakit difteri yang ada di Kabupaten Lumajang berada pada urutan no. 26 dari 38 daerah di Provinsi Jawa Timur.  Diungkapkanya, kasus difteri  di Kabupaten Lumajang, pada Maret  tahun 2017 sudah muncul di wilayh Kecamatan Rowokangkung dan terdapat 17 khasus yg ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan, pada awal Januari 2018 sudah ditemukan sebanyak 6 kasus.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membuka kesempatan bersama guna menambah Pos Difteri sebanyak 3288 pos di 25 Puskesmas. Setiap pos ORI Difteri memiliki 2 bidan, 3 perawat, 1 administrasi. Sementara itu, tenaga dokter spesialis anak sejumlah 4 orang yang ada di kabupaten Lumajang, untuk menopangnya. Langkah tersebut untuk melakukan imunisasi kepada anak anak usia dini, agar terbebas dari wabah penyakit difteri (Kar)

Tuesday, 23 January 2018

TIM SURVEIONER KOMISI AKREDITASI FKTP KEMENTERIAN RI KUKUHKAN PUSKESMAS PASIRIAN DAPAT "PREDIKAT UTAMA"




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA
LUMAJANG -  Sejak hari senin sampai hari rabu, tanggal  25,26,27 September 2017, di kunjungi tim verifikasi komisi akreditasi FKTP dari kementerian kesehatan RI sesuai dengan surat permohonan dari kepala UPT pusekesmas Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Primer tanggal 27 September 2017, tentang permohonan survei akreditasi puskesmas FKTP.

Komisi akreditasi FKTP ( fasilitas kesehatan tingkat pertama) menugaskan tim untuk melaksanakan survei di puskesmas Pasirian,  dari Tim surveior akreditasi FKTP bertugas nengirimkan laporan paling lama satu minggu setelah kegiatan survei berakhir ke komisi akreditasi nasional kementrian kesehatan RI, adapun tingkat kelulusan akreditasi yang diperoleh dari komisi FKTP, ialah" akreditasi dasar, madya, utama, paripurna".

Tim surveior hanya bertugas sebangai pengumpul data dan informasi serta bekerja sesuai dengan kode etik yang ditetapkan dan keputusan kelulusan akreditasi FKTP merupakan kewenangan dari komisi akreditasi FKTP komisi nasional.Tim surveior membidangi 3 bagian, pertama membidangi administrasi manajemen,  sementara yang  kedua, membidangi UKM ( Upaya Kesehatan Masyarakat), sekaligus ketua tim, ketiga, membidangi UKP ( Usaha Kesehatan Perorangan).

"Namun nampaknya segala sesuatu yang terkait akreditasi kita sudah persiapkan semaksimal mungkin dan itu sesuai dengan surat permohonan kita ke kementerian kesehatan RI, untuk meraih akreditasi dasar madya utama paripurna", kata, dr Muiftachul Ulum di ruangan kerjanya. Harapan kita untuk mendapat kelulusan akreditasi dari komisi FKTP, katanya melanjutkan, menuai hasil yang positif, tentunya untuk mencapai akreditasi dasar madya utama paripurna perlu kerja keras dari semua tim staf puskesmas Kecamatan Pasirian, tandasnya Upt.

Selain  itu dr. Ulum menambahkan" tiga bidang ini mencakup semua puskesmas secara menyeluruh. sebenarnya, cuma terbagi dalam bidang-bidang yang terkait, untuk memudahkan mana yang sifatnya bidang administratif manajemen, mana yang sifatnya bidang kesehatan masyarakat, mana yang sifatnya kesehatan perorangan, sehingga akan betul-betul lebih fokus yang tiga bidang ini dan itu semua sudah mencakup keseluruhan bagian akreditasi", jelas ketua tim komisi, di puskemas Pasirian Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. dengan ramah. Dua atau tiga bulan kedepanya, jenjang waktu setelah surveior akreditasi, sambungnya, hasil kelulusan akreditasi di publikasikan ke pihak yang terkait, cuma yang menentukan bukan kita, kita hanya memotret dan bertugas mengumpulkan data dan informasi di tempat yang di akreditasi lalu seluruh data kita kirimkan komisi akreditasi tingkat nasional, dan keputusan akhir yang menentukan kelulusan akreditasi di komisi FKTP tingkat nasional, imbuh, ketua tim, mengakhiri."ujarnya.

Bahkan bukan itu saja, bagian dari surveior akreditasi FKTP, komisi akreditasi mensurvei dan meminta data informasi dan juga beberapa masukan dari tim akreditasi. " kita berikan data yang di inginkan tim akreditasi, dan dari penjelasan di akhir kunjungan, ada beberapa arahan dan masukan yang sifatnya pembenahan data yang aktual yang perlu perbaiki, dan itu tentunya akan kita upayakan melakukan yang terbaik sesuai dengan arahan dari komisi akreditasi. Selanjutnya sesuai keputusan akhir status Puskesmas Pasirian mendapatkan Predikat UTAMA. Semoga ini menjadi penyemangat semua Karyawan Puskesmas Pasirian untuk lebih baik dalam melayani masyarakat,"pungkasnya.(Kar)

Saturday, 30 December 2017

KEBUTUHAN HOSPITAL SHIP DI INDONESI




Oleh: Krisna Dwi Dharmawan

Dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari perairan dengan banyak potensi maritim di
dalamnya. Oleh karena itu, Indonesia disandang sebagai negara maritim terbesar di dunia.
Namun sayangnya, Indonesia belum mampu menciptakan pelayanan kesehatan dan
keselamatan di wilayah perairan. 

Meskipun saat ini pemerintah telah menetapkan kebijakan BPJS, namun tidak semua masyarakat bisa merasakan hak atas kebijakan tersebut. Kebijakan kesehatan yang diberlakukan pemerintah masih belum sepenuhnya merata. Hal itu terbukti dari pengalaman Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pada kunjungannya ke kawasan Mola Raya, kampung Suku Bajo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi pada Senin, 3 April 2017, di mana ketika itu Menteri Susi mencoba membujuk
nelayan muda yang mengalami tumor tulang ganas untuk dibawa periksa ke Jakarta.

 Dari pengalaman tersebut membuktikan bahwa masyarakat di daerah terpencil seperti pesisir
pantai juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai. Terlebih ketika Menteri Susi
melakukan kunjungan ke Wakatobi tersebut banyak menemukan masyarakat yang jatuh sakit
diakibatkan dengan kondisi lingkungan yang buruk, dalam hal ini adalah banyaknya sampah
berserakan. 

Mundur lagi dengan peristiwa yang lain, pada 2011 lalu sejumlah nelayan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita radang kulit dan bengkak di leher dan tangan setelah menyelam mencari teripang dan ikan di dasar perairan Laut Timor. 

Para nelayan kesulitan untuk mencari dokter di daerahnya, sehingga hal ini semakin membuktikan
bahwa persebaran pelayanan kesehatan di Indonesia masih kurang. Bahkan, ada lagi pada tahun 2007, terjadi peristiwa meninggalnya seorang anak di Pulau Tello, Sumatera Utara dikarenakan kondisi gizi yang buruk.
 
Berdasarkan permasalahan tersebut kita seharusnya mampu mengatasinya, bahkan dengan solusi yang sebelumnya belum pernah ada dan diterapkan di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara maritim, yang pastinya memiliki sebagian besar wilayah adalah perairan, maka harus memerhatikan pelayanan kesehatan yang merata di wilayah perairan juga.

 Untuk menghadapi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan terwujudnya penciptaan
Kapal Rumah Sakit (Hospital Ship), yaitu kapal laut yang didesain dan dimanfaatkan khusus
untuk melayani kesehatan di wilayah perairan, seperti kesehatan para nakhoda dan awak
kapal, para nelayan yang mencari nafkah di lautan, hingga masyarakat daerah pesisir pantai.

Sampai saat ini, Indonesia masih dapat dikategorikan ke dalam negara yang masih belum
memiliki Hospital Ship. Program pemerintah mengenai pembangunan tol laut telah dalam
proses dan sebagian telah berjalan. Namun, kita dapat mengembangkan lebih jauh lagi untuk
wilayah perairan Indonesia. Indonesia saat ini harus memiliki Hospital Ship untuk memenuhi
kebutuhan rakyatnya maupun untuk kebutuhan negara dalam hal ikut andil sebagai pertahanan negara dalam membantu TNI-AL.

Sebenarnya ada beberapa pihak yang telah berusaha membangun sebuah Hospital Ship di Indonesia, yang pertama ialah seorang dokter yang berniat membangun kapal khusus.

KAPOLSEK PRONOJIWO BERSAMA DANRAMIL LAKUKAN SILATURAHMI DAN PEMASANGAN HIMBAUAN KAMTIBMAS TAMU WAJIB LAPOR 1X24 JAM

Laporan – Karminto Adi, SSos Wartawan RADAR KOTA LUMAJANG - Kapolsek Pronojiwo IPTU Kusnan bersama Danramil Pronojiwo Kapten I ...