Laporan
– Karminto Adi, SSos
Wartawan
RADAR KOTA
LUMAJANG - Humas dan Protokol, 01 Pebruari 2018---Bupati Lumajang Drs.H. As'at M. Ag., menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan untuk segera cepat tanggap teradap adanya kasus wabah Difteri. Hal itu, disampaikan, saat bupati membuka Pembinaan pelaksanaan “Outbreak Response Imunization ( ORI ) Difteri” Kabupaten Lumajang di Pendopo Lumajang, Kamis (01/02/2018).
Bupati As’at menjelaskan, saat ini penyakit difteri muncul kembali di wilayah Indonesia. Kebanyakan penyakit ini di derita oleh anak anak usia dini. Wabah penyakit difteri yang menyebar luas saat ini, terjadi karena anak–anak yang tidak ikut Imunisasi sesuai dengan tahapan umur.
Bupati As'at mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan agar secepatnya melakukan sistem ORI tersebut, agar wabah penyakit difteri tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Dr. Triworo, melaporkan, bahwa penyakit difteri yang ada di Kabupaten Lumajang berada pada urutan no. 26 dari 38 daerah di Provinsi Jawa Timur. Diungkapkanya, kasus difteri di Kabupaten Lumajang, pada Maret tahun 2017 sudah muncul di wilayh Kecamatan Rowokangkung dan terdapat 17 khasus yg ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan, pada awal Januari 2018 sudah ditemukan sebanyak 6 kasus.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membuka kesempatan bersama guna menambah Pos Difteri sebanyak 3288 pos di 25 Puskesmas. Setiap pos ORI Difteri memiliki 2 bidan, 3 perawat, 1 administrasi. Sementara itu, tenaga dokter spesialis anak sejumlah 4 orang yang ada di kabupaten Lumajang, untuk menopangnya. Langkah tersebut untuk melakukan imunisasi kepada anak anak usia dini, agar terbebas dari wabah penyakit difteri (Kar)
No comments:
Post a Comment