Friday, 5 January 2018

WABUP LAKUKAN INSPEKSI PAJAK SAAT APEL GELAR PASUKAN OPS DALAM RANGKA PENGAMANAN PILKADA SERENTAK TAHUN 2018 OLEH POLRES LUMAJANG.





Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG - Pada tanggal 5 Januari 2018 -- Wakil Bupati Lumajang, Dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., melakukan inspeksi terhadap kendaraan operasional Pilkada 2018. Inspeksi itu dilakukan saat Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Semeru 2018 Polres Lumajang Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Kabupaten Lumajang, di Alun-alun Lumajang, Jum’at (5/1/2018).
Inspeksi tersebut dilakukan bersama-sama Kapolres Lumajang, AKBP. RACHMAD ISWAN NUSI, S.I.K, M.H. Apel itu diikuti seluruh satuan keamanan di Kabupaten Lumajang dari unsur Polisi, TNI, Dinas Perhubungan, Pol PP, PM, KPU, Linmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang serta Forkopimca se Kabupaten Lumajang.
K apolres Lumajang bertindak sebagai Pembina Apel yang berpesan kepada seluruh personil pengamanan, agar segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan berkoordinasi dan bekerjasama secara baik. Satuan keamanan juga harus melakukan deteksi dini melalui peran intelijen, menjaga netralitas, serta melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan.
Ia berharap kepada semua pihak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berbeda pilihan. Diharapkannya, agar satuan tugas tidak mudah terhasut ataupun terprovokasi oleh pihak manapun, dan tetap melakukan pam swakarsa di lingkungan masing-masing.
Apel tersebut bertujuan untuk mengantisipasi segala potensi yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat yang dapat mencoreng penyelenggaraan Pilkada. Operasi yang dilaksanakan oleh seluruh satuan keamanan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang Pilkada Lumajang tahun 2018  (Kar)

Wednesday, 3 January 2018

GEDUNG BARU RSUD dr.HARYOTO HABISKAN ANGGARAN MILIARAN "MANGKRAK"




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG—  Pembangunan Gedung di RSUD dr.Haryoto Lumajang yang hingga saat ini belum juga dimanfaatkan oleh pihak rumah sakit maupun untuk masyarakat dan menjadi gunjiangan warga Lumajang.

Bahkan menjadi keprihatinan tersendiri bagi masyarakat dimana terkait asas kemanfaatan dan mudhorotnya penggunaan uang rakyat untuk pembangunan Gedung Rawat Inap VIP Anggrek yang begitu megahnya tentu menggunakan Anggaran Milyaran Rupiah selain juga biaya perawatan gedung yang tidak dimanfaatkan.

Menurut Tokoh Pemuda Lumajang Nizar Zulmi SH, menyesalkan adanya pembangunan gedung di RSUD dr. Haryoto Lumajang yang belum juga dimanfaatkan dan disesalkan karena masa perawatan gedung tersebut tentu saja juga terus berjalan selain juga besarnya anggaran yang telah digunakan dalam melakukan pembangunan gedung tersebut.

“Kalau ngak salah Gedung ini di bangun tahun 2016 kemarin, namun sampai saat ini masih belum dimanfaatkan, Saya lihat ke belakang pembangunannya juga belum rampung, terlihat bangunan lorong mangkrak, kok bisa begitu yah, Coba ditanyakan kepihak terkait Mas,”Ujar Nijar

Sementara itu pihak Rumah Sakit Ketika dikonfirmasi melalui Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, meminta para awak media untuk melakukan konfirmasi ke dr Halimi karena sesuai kapasitasnya. Akan tetapi ironisnya dr Halimi ketika dikonfirmasi di ruang kejanya, sedang tidak berada di tempat. Demikian juga ketika dikonfirmasi sejumlah awak media melalui pesan jejaring WA tidak,"pungkasnya(Kar)

KARCIS TIKET MASUK PANTAI DAMPAR GAK ADA LOGO PERHUTANI DAN LOGO PEMERINTAH LUMAJANG DI DUGA ILEGAL "PERLU DI SOROT"




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

        LUMAJANG - Dalam rangka menyambut tahun 2018 Pantai dampar dikunjungi dari puluan ribu pengunjung dari beberapa daerah hingga jalan masuk menuju Pantai Dampar dipenuhi Wisatawan, dengan jalan kaki kendaraan roda dua maupun roda empat.namun begitu masuk dilokasi ada dugaan kuat, Praktik Pungli Berkedok Tiket di Pantai Dampar, Perhutani Merasa Dirugikan
Selasa, 02-01-2018 - 18:45 WIB
Karcis diduga liar yang dikeluarkan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pihak pemangku kebijakan
           Karcis diduga liar yang dikeluarkan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pihak pemangku kebijakan Objek wisata Pantai Dampar, di Desa Bades, Kecamatan Pasirian menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Lumajang.

          Sementara saat menjelang tahun baru pejabat pemerintah, mulai dari tanggal 1 hari senin menikmati  tahun baru di musim libur natal dan tahun baru kemarin, nampaknya wisata Pantai Dampar ini ramai dikunjungi wisatan lokal maupun luar kota.

           Namun, banyaknya warga yang berkunjung membanjiri pantai tersebut rupanya dimanfaatkan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang mana mereka menjual karcis masuk yang diduga tanpa dilengkapi logo dari pemangku kebijakan wilayah setempat.

           Data yang diperoleh media ini, karcis berwarna hijau muda bertuliskan karcis penitipan sepeda namun tanpa ada nominal. Sedangkan pembayarannya sebesar Rp. 5 ribu. Sementara karcis berwarna hitam, ada nominal Rp. 5 ribu sebagai tiket masuk ke kawasan wisata Dampar desa Bades kecamatan Pasirian.
Kedua karcis itu tidak dilengkapi logo Pemerintah Kabupaten Lumajang maupun pemangku kebijakan setempat yaitu, Perhutani.

           Waka ADM Perhutani Lumajang, Muklisin membenarkan bahwa ada peredaran karcis masuk menuju Pantai Dampar maupun parkir, tanpa dilengkapi logo Perhutani maupun pihak Pemerintah setempat. "Dugaan adanya pungutan liar," kata Muklisin saat dihubungi media ini, Selasa (02/01).

Masih menurut Muklisin, Jauh sebelum beredarnya karcis masuk dan parkir. Pihak Perhutani dan Pemerintah Desa maupun masyarakat setempat, ada kesepakatan bersama dalam pengelolaan pantai Dampar. Dimana, hasil dari pungutan pajak masuk maupun parkir dibagi dengan prosentase saling menguntungkan pihak desa maupun masyarakat.

"Hasil parkir sepenuhnya kita serahkan kepada pihak Desa dan masyarakat, Sedangkan karcis masuk prosentasenya Perhutani 30 persen, Desa dan Warga 70 persen," ungkapnya.

Namun, nampaknya kesepakatan bersama pengeloaan pantai Dampar dengan pemberdayaan nasyarakat itu, tidak berbuah manis. Pasalnya, ada beberapa oknum yang melakukan penolakan. Bahkan logo Perhutani yang ada pada titik strategis dihilangkan.

"Seperti pada banner larangan mandi di laut dan pada tiket masuk wisata. Hal ini sangat tidak bagus, karena rencana akan memberikan hiburan menarik tetap dengan wisata pantai tidak bisa maksimal karena upaya penolakan tadi," Katanya Muklisin.

Muklisin merasa dirugikan dengan adanya peredaran karcis tersebut. Sebab, Perhutani selama liburan tersebut telah mendatangkan beberapa hiburan dengan pengeluaran cukub banyak. Sedangkan hasil tidak ada. "Kita yang merasa dirugikan," ungkap dia.

Muklisin tidak menyebut nominal yang dikelurkan maupun hasil dari penjualan karcis tersebut. Yang pasti ada di kisaran puluhan juta. "Terhitung pengunjung kemarin sekitar 10 ribu tinggal kalikan saja," tegasnya.

Dengan adanya temuan ini, lanjut Muklisin, pihaknya akan dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan stakeholder terkait soal penataan wilayah tersebiut. Bagaimana wisata memberikan dampak positif dan memberikan ekonomi kedepan.
      "Saya harap masyarakat tidak melakukan klaim secara sepihak tapi bersama sama mengelola wisata ini," pungkasnya.(kar).

Menyambut Tahun 2018, Pantai Dampar Diserbu Pengunjung



Laporan – Karminto Adi, Ssos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA

      LUMAJANG  - Dalam rangka menyambut tahun 2018 Pantai dampar dikunjungi dari puluan ribu pengunjung dari beberapa daerah hingga jalan masuk menuju Pantai Dampar dipenuhi Wisatawan, dengan jalan kaki kendaraan roda dua maupun roda empat.namun begitu masuk dilokasi ada dugaan kuat, Praktik Pungli Berkedok Tiket di Pantai Dampar, Perhutani Merasa Dirugikan
Selasa, 02-01-2018 - 18:45 WIB

Karcis diduga liar yang dikeluarkan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pihak pemangku kebijakan
         Karcis diduga liar yang dikeluarkan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pihak pemangku kebijakan Objek wisata Pantai Dampar, di Desa Bades, Kecamatan Pasirian menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Lumajang.

      Sementara saat menjelang tahun baru pejabat pemerintah, mulai dari tanggal 1 hari senin menikmati  tahun baru di musim libur natal dan tahun baru kemarin, nampaknya wisata Pantai Dampar ini ramai dikunjungi wisatan lokal maupun luar kota.

       Namun, banyaknya warga yang berkunjung membanjiri pantai tersebut rupanya dimanfaatkan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Yakni, mereka menjual karcis masuk yang diduga tanpa dilengkapi logo dari pemangku kebijakan wilayah setempat.

      Data yang diperoleh media ini, karcis berwarna hijau muda bertuliskan karcis penitipan sepeda namun tanpa ada nominal. Sedangkan pembayarannya sebesar Rp. 5 ribu. Sementara karcis berwarna hitam, ada nominal Rp. 5 ribu sebagai tiket masuk ke kawasan wisata Dampar desa Bades kecamatan Pasirian.
Kedua karcis itu tidak dilengkapi logo Pemerintah Kabupaten Lumajang maupun pemangku kebijakan setempat yaitu, Perhutani.

        Waka ADM Perhutani Lumajang, Muklisin membenarkan bahwa ada peredaran karcis masuk menuju Pantai Dampar maupun parkir, tanpa dilengkapi logo Perhutani maupun pihak Pemerintah setempat. "Dugaan adanya pungutan liar," kata Muklisin saat dihubungi media ini, Selasa (02/01).

Masih menurut Muklisin, Jauh sebelum beredarnya karcis masuk dan parkir. Pihak Perhutani dan Pemerintah Desa maupun masyarakat setempat, ada kesepakatan bersama dalam pengelolaan pantai Dampar. Dimana, hasil dari pungutan pajak masuk maupun parkir dibagi dengan prosentase saling menguntungkan pihak desa maupun masyarakat.

"Hasil parkir sepenuhnya kita serahkan kepada pihak Desa dan masyarakat, Sedangkan karcis masuk prosentasenya Perhutani 30 persen, Desa dan Warga 70 persen," ungkapnya.

Namun, nampaknya kesepakatan bersama pengeloaan pantai Dampar dengan pemberdayaan nasyarakat itu, tidak berbuah manis. Pasalnya, ada beberapa oknum yang melakukan penolakan. Bahkan logo Perhutani yang ada pada titik strategis dihilangkan.

"Seperti pada banner larangan mandi di laut dan pada tiket masuk wisata. Hal ini sangat tidak bagus, karena rencana akan memberikan hiburan menarik tetap dengan wisata pantai tidak bisa maksimal karena upaya penolakan tadi," Katanya Muklisin.

Muklisin merasa dirugikan dengan adanya peredaran karcis tersebut. Sebab, Perhutani selama liburan tersebut telah mendatangkan beberapa hiburan dengan pengeluaran cukub banyak. Sedangkan hasil tidak ada. "Kita yang merasa dirugikan," ungkap dia.

Muklisin tidak menyebut nominal yang dikelurkan maupun hasil dari penjualan karcis tersebut. Yang pasti ada di kisaran puluhan juta. "Terhitung pengunjung kemarin sekitar 10 ribu tinggal kalikan saja," tegasnya.

Dengan adanya temuan ini, lanjut Muklisin, pihaknya akan dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan stakeholder terkait soal penataan wilayah tersebiut. Bagaimana wisata memberikan dampak positif dan memberikan ekonomi kedepan.
      "Saya harap masyarakat tidak melakukan klaim secara sepihak tapi bersama sama mengelola wisata ini," pungkasnya.(kar).

Monday, 1 January 2018

MALAM PERGANTIAN TAHUN BARU 2018,H.MULYADI S.Sos MERIAHKAN GELAR ACARA HIBURAN ORKES,GEBYAR TARI, PESTA KEMBANG APU PENUH MERIAH




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan tabloid RADAR KOTA

LUMAJANG - Ribuan warga Kecamatan kunir kidul berdatangan mengikuti tradisi menyambut datangnya tahun baru 2018 tepatnya di desa Kunir Kidul dan dan sekitarnya, Minggu(31/12/2017) malam.

Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan, warga masyarakat yang datang bukan hanya warga kunir kecamatan kunir kidul saja namun juga dari berbagai daerah ini terbukti terpantaunya dari Nomor Plat kendaraan yang melintas di jalan depan Balai desa raya kunir kidul begitu rame hingga kendaraan roda empat maupun roda dua macet. Sejak siang hari arus lalu lintas didepan pintu masuk menuju lokasi  terpantau sangat padat, pengunjung didominasi kawula muda dan orang tua."katanya Mulyadi kepada awak media, 31/12/2018.

Masih menurut Mulyadi,Terlebih pada malam pergantian tahun baru 2018 ini terdapat panggung hiburan Pengajian, siangnya electone, dan Drumben dari SD dan MI sehingga warga kunir  meminta anggota Panitia bekerja full 24 jam dengan semangat dan iklas melaksanakan tugas serta berharap kegiatan pergantian tahun baru 2018 berjalan lancar.  
      Kegiatqn ini setiap tahun dilakuan gak ada kaitanyq dengan nuansq politik Pilgup,Pilbup maupun Pilkades,"pungkasnya. (kar)

KAPOLSEK PRONOJIWO BERSAMA DANRAMIL LAKUKAN SILATURAHMI DAN PEMASANGAN HIMBAUAN KAMTIBMAS TAMU WAJIB LAPOR 1X24 JAM

Laporan – Karminto Adi, SSos Wartawan RADAR KOTA LUMAJANG - Kapolsek Pronojiwo IPTU Kusnan bersama Danramil Pronojiwo Kapten I ...