Monday, 30 May 2016

“A Beg Rembeg Asareng Bapak Bupati Bendebesah”




BONDOWOSO - Bupati Bondowoso tampaknya memberi  ruang yang seluas-luasnya kepada para petani guna untuk menyampaikan permasalahan atau uneg-uneg yang di alami para petani se bondowoso.hal ini terbukti baru-baru ini bupati mengadakan acara yang khusus untuk menggali keluhan dan masukan dari para petani yang di kemas dalam acara “A beg rembeg Asareng bupati Bendebesah”.
         Disamping  juga untuk mensukseskan program pemerintah pusat dalam rangka percepatan swasembada pangan perlu di lakukan upaya khusus peningkatan, percepatan dan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai.Untuk mendukung percepatan dan pencapaian swasembada berkelanjutan padi jagung dan kedelai, perlu dilakukan penyuluhan,pengawasan dan pendampingan secara terpadu terhadap para petani,guna mendukung upaya khusus target program swasembada pangan 2017 yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.Target program tersebut ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso,salah satu upaya yang dilakukan oleh pemkab adalah melakukan .’’A beg Rembeg Asareng Bapak  Bupati Bendebesah,’’atau urun rembug antara petani dengan pihak pemerintah terkait penyusunan program penyuluhan pertanian.Acara Abeg Rembeg tersebut diadakan dilapangan  Desa Jumpong Kecamatan Wonosari Selasa 24/05/2016,dan dihadiri  oleh Bupati Bondowoso Drs Amin Said Husni didampingi  Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin,besrta jajaran porfimda,para camat sekabupaten,para penyuluh,para Ketua Hippa dan G hippa.
         Diawali dari acara kegiatan  Abeg Rembeg sareng Bapak Bupati Bendebesah,Bupati Bondowoso didampingi wakilnya,serta Kepala Dinas Pertanian,Dandim 0822,Kapolres Bondowoso,Danramil Wonosari dan Camat Wonosari, melakukan panen padi dengan jenis padi verietas Inpari, 
         Menurut Bupati Bondowoso Drs H.Amin Said Husni mengatakan acara Abeg Rembeg itu merupakan tradisi kita,diskusi atau tukar pikiran ini diselenggarakan untuk mengetahui permasalahan petani langsung dan kita cari solusinya bersama.Katanya.
         Dalam acara tersebut Bupati Bondowoso juga menyerahkan ratusan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani yang merupakan bantuan dari kementrian pertanian dan kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transimigrasi berupa.
26 unit mesin pompa air,17 unit transplator,130 unit mesin traktor roda dua,satu unit mesin traktor roda empat. (sen)

SEORANG PEMIMPIN DESA HARUS MAMPU BERSINERGI DENGAN MASYRAKAT


KOLAKA - Memoles wajah desa sehingga cantik menawan, menyusul bergulirnya dana desa sejak tahun 2015 maka peran kepala desa sangat menentukan kemajuan desa. Untuk itu seorang kepala desa dituntut mampu bersinergi dengan masyarakat.
          Selain itu keterbukaan penggunaan dana desa layak diketahui publik agar memperoleh trust dan terhindar dari masalah hukum. Harus diakui potensi kekayaan alam desa-desa begitu melimpah, tetapi saying belum digarap secara optimal. Keberadaan potensi tersebut dibiarkan saja sehingga tidak member kesejahteraan bagi masyarakat desa secara menyeluruh. Dan lewat suntikan dana desa bagi 74.093 desa diseluruh Indonesia. itulah Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar menyerukan seluruh masyarakat desa segera mengoptimalkan semua resources yang ada didesanya.
        Kepala desa Puubunga, Sutaji tak ketinggalan antusiasme mendaya gunakan sumberdaya alam yang ada didesa demi kemakmuran warga masyarakat, Itu dilakukannya sejak dia memimpin desa Puubunga kec.Baula. Penggunaan danailakukan terbuka, masyarakat harus mengetahui kenaan dana desa, menurut Sutaji dlakukan secara terbuka, masyarakat harus mengetahui kegunaan dana itu sehingga tidak akan ada tudingan penyalah gunaan keuangan yang diarahkan untuk kemajuan desa.
          “Saya wajib memegang teguh kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah, saya juga terbuka terhadap kritik membangun demi kejayaan desa puubunga”, kata Sutaji yang dikenal selalu siap melayani masyarakat kapanpun dan dimanapun. Dana desa 2016 digunakan membuat 400m jalan usaha tani, draenase 227m,peningkatan jalan desa dan deker 2 unit. Sutaji juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, karena masyarakat desa sangat terbantu dengan adanya dana desa. (asdin)

MASYARAKAT DESA LONGORI SANGAT BERSYUKUR ADANYA DANA DESA


KOLAKA - Patut diacungi jempol, mengapa tidak untuk membangun sampai kepelosok desa yang terpencil pemerintah pusat telah mengalokasikan dana melalui APBN yang cukup besar demi untuk pemerataan pembangunan. Program ini mendapat respon positif dari seluruh masyarakat desa. Adanya dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat ke desa-desa tersebut perlu dikawal agar penggunaannya tepat sasaran dan tidak disalah gunakan oleh oknum, karena secara kasat mata, masyarakat tidak bisa membedakan pembangunan yang dibiayai dana desa dan pembangunan bersumber yang bersumber dari ADD(Anggaran Alokasi Desa) dari APBD.
           Terlepas dari hal tersebut yang patut diacungi jempol juga adalah kepala desa Longori kec. Baula Uddindalam mengelola anggaran dana desa dan ADD telah mngedepankan transparansi dan akutabilitas sehingga pembangunan yang dilaksanakan berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
          “Dana desa telah dipergunakan membangun draenase sepanjang 500m di dua titik, peningkatan jalan usaha tani 500m, Posyandu karena ini sangat penting sebagai tempat pelayanan control kesehatan balita”, demikian dikatakan Uddin beberapa waktu lalu.adapun harapan bapak Uddin kedepannya sebagai kepala desa ada peningkatan anggaran agar terwujud program pemerintah pusat untuk desa. (bahar)

KADES SANI-SANI GUNAKAN DANA SECARA EFISIEN DAN TEPAT SASARAN


    KOLAKA - Membangun sebuah desa tidaklah cukup mengatakan ”SIM SALABIM” seperti mantra pesulap lalu semua bangunan yang diinginkan akan terbangun seketika. Tetapi memerlukan waktu, pikiran dan anggaran yang tidak sedikit. Selain itu perlu perencanaan yang matang sebelum melakukan kegiatan pembangunan dengan melibatkan semua tokoh-tokoh masyarakat, guna duduk bersama membicarakan rencanakegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan dan sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini bertujuan agar pembangunan yang dilaksanakan tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga hasil pembangunan tersebut tidaklah mubazir.
             Hal inilah yang dilakukan kepala desa Sani-sani kec. Samaturu, Alias Mujur dimana setiap program pembangunan yang direncanakan beliau melibatkan elemen masyarat sehingga pembangunan tersebut berjalan sebagaimana yang diharapkan karena mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sehingga pembangunan tersebut berjalan sebagaimana yang diharapkan karena mendapat dukungan dari berbagai eleman masyarakat.
             Alias Mujur saat ditemui beberapa waktu lalu berkaitan dengan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan mengungkapkan,dana desa yang dialokasikan didesa Sani-sani untuk tahun 2016 kegiatannya antara lain MCK 2 unit,saluran irigasi 88m, draenase 240m+213m. Namun masih ada Alias Mujur kepada pemerintah adalah pengaspalan jalan. Kiranya ini dapat direalisasikan  pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. (bahar)

PDAM Kota Bandung Hentikan Sementara Pasokan Air Baku Ke Pelanggan


BANDUNG -  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wening Kota Bandung akan menghentikan sementara pasokan air baku ke pelanggan, Senin, 16 Mei dan 23 Mei 2016. Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat PDAM Kota Bandung, Tarsum mengatakan, sekitar 30 ribu pelanggan akan terkena dampak penghentian pasokan itu, khususnya yang berada di kawasan Bandung utara.
           Penghentian suplai air itu direncanakan berlangsung sehari, mulai dari pukul 06.00-18.00 WIB. Gangguan tersebut terkait rencana pengurasan kolam tando (penampungan) milik PT PLN yang airnya ikut dipakai PDAM di Dago Pakar.
          Selain itu, PDAM melakukan pengerukan berkala tiga bulan sekali di bendungan intake (penangkap air) di daerah Bantar Awi. “Sedimentasi menghambat aliran air,” kata Tarsum, Ahad, 15 Mei 2016.
          Sebenarnya, kata Tarsum, pengerjaan kegiatan pemeliharaan itu berlangsung 10 jam. Selebihnya proses pengaliran air ke pipa yang sebelumnya kosong dan terisi udara.
Kawasan atau daerah pelanggan yang terkena dampak penghentian air baku PDAM itu meliputi Dago, Cigadung, Ciumbuleuit, Hegarmanah, Pasteur, Sukajadi, Cipaganti, termasuk beberapa rumah sakit seperti Hasan Sadikin dan Santo Borromeus.
          Adapun wilayah lain yang airnya berasal dari pengolahan air di PDAM Jalan Badak Singa, kata Tarsum, tetap normal pasokannya. Total pelanggan air baku PDAM Kota Bandung berjumlah sekitar 150 ribu orang. (agus)










“SMP PGRI JENGGAWAH “ TETAP MENGEJAR PRESTASI WALAU DENGAN KETERBATASAN


    JEMBER - Pasca pelaksanaan UNAS SMP beberapa waktu yang lalu, SMP PGRI Jenggawah, Kec. Jenggawah juga telah melaksanakaannya dengan lancar dan tertib tanpa ada kendala yang berarti. Dengan jumlah siswa yang mengikuti UNAS sebanyak 108 siswa.
            Dan pasca UNAS berlangsung hingga saat ini jumlah peserta didik baru yang telah mendaftar di SMP PGRI Jenggawah berjumlah 90 calon siswa baru. Namun demikian menurut Budi Hermanto, Kepala Sekolah SMP PGRI Jenggawah, jika mengacu pada jumlah roombel maka target tahun ini ialah 110 siswa untuk 3 roombel.
            Ketika ditanya tentang banyaknya lembaga sekolah yang saling berlomba untuk mendapatkan murid dan bahkan dengan cara-cara yang kadang tidak sehat, Budi Hermanto menegaskan bahwa untuk SMP PGRI Jenggawah tetap menggunakan standar kemampuan yang ada dan tidak neko-neko. dikarenakan menurutnya jika memaksakan kehendak pada calon siswa, takutnya nanti jika telah berjalan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai dengan harapan dan keinginan calon siswa tersebut.
           Untuk alumni SMP PGRI Jenggawah sendiri di tahun-tahun kemarin, ada yang di terima di SMAN Jenggawah dan ada juga yang di terima di SMKN 5 Jember dan termasuk dalam 10 siswa berprestasi di bidang akademik serta dibidang praktek. Dsinggung tentang prestasi yang pernah di raih oleh SMP PGRI Jenggawah, Budi Hermanto mengatakan bahwa lembaga sekolahnya pernah menjadi juara umum pramuka untuk tingkat kecamatan. Kemudian untuk PMR ( Palang Merah Remaja ) SMP PGRI Jenggawah pernah meraih juara harapan 2 dan 3 di tingkat Kabupaten.
            Untuk tenaga pendidik, saat ini jumlah guru yang mengajar di SMP PGRI Jenggawah berjumlah 18 orang dan belum ada yang diangkat menjadi PNS. Namun demikian keadaan yang serba terbatas tersebut tidak menyurutkan para guru untuk tetap berusaha sebaik mungkin, agar siswa-siswinya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi dan lebih baik lagi. (rudhy)

MEMBANGUN DESA BUTUH PERENCANAAN YANG MATANG


KOLAKA - Membangun tanpa didahului perencanaan yang matang,maka dapat dipastikan bahwa pembangunan yang dihasilkan tersebut akan terbengkalai dan menjadi mubazir. Namun berbeda bila pembangunan yang dilaksanakan tersusun dan terencana dengan melibatkan semua komponen masyarakat guna membicarakan rencana pembangunan yang dilaksanakan atau yang sangat dibutuhkan oleh masyarakatil pembangunan tersebut akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, dengan kata lain bangunan tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
         Hal seperti inilah yang dilakukan kepala desa Sopura kec.Pomalaa, Patungai dalam melaksanakan pembangunan didesa yang dipimpinnya. Patungai senantiasa melibatkan semua elemen masyarakat dalam menyusun program rencana pembangunan sehingga mendapat dukungan dari masyarakat dan hasilnyapun berjalan baik sebagaimana yang diharapkan.
         Dengan dikucurkannya dana desa, Patungai telah menggenjot pembangunan di desa Sopura guna mengejar ketertinggalan pembangunan dengan desa lainnya yang pembangunannya lebih maju. Menurut Patungai, anggaran dana desa yang dikucurkan tahun ini. Dana ini dipergunakan untuk pembuatan bronjong 2 titik,deker 1 unit, rabat jalan 179m. ”Misi saya didesa ini, adalah menungkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat desa Sopura. (bahar)

KAPOLSEK PRONOJIWO BERSAMA DANRAMIL LAKUKAN SILATURAHMI DAN PEMASANGAN HIMBAUAN KAMTIBMAS TAMU WAJIB LAPOR 1X24 JAM

Laporan – Karminto Adi, SSos Wartawan RADAR KOTA LUMAJANG - Kapolsek Pronojiwo IPTU Kusnan bersama Danramil Pronojiwo Kapten I ...