SITUBONDO- Pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dikeluhkan para nelayan. Akibatnya para nelayan ini mengaku kesulitan menangkap ikan. Tak tahan dengan pembatasan pembelian solar ini, lima perwakilan nelayan asal, mengadukannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Situbondo.
Selama bertemu Komisi Komisi II DPRD, perwakilan nelayan mengaku ribetnya pembelian solar. Para nelayan harus mendapat rekomendasi setiap hari. Itupun dengan jumlah yang sangat terbatas.
Juru bicara perwakilan nelayan Agus Jumariyanto, mengatakan, para nelayan setuju pembelian solar harus mendapat rekomendasi, asal stok solar disesuaikan dengan keperluan nelayan selama menangkap ikan di tengah laut.
Menurut Agus Jamariyanto, saat ini jatah solar yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Situbondo tidak mencukupi. Para nelayan tak bisa melaut terlalu jauh karena jatah solarnya terbatas.
Agus Jamariyanto menambahkan, kebutuhan solar setiap nelayan pasti berbeda. Ada sebagian nelayan cuma melaut satu hari, ada pula nelayan yang melaut hingga dua sampai tiga hari.
Oleh karena itu, Agus Jamariyanto meminta Dinas Kelautan dan Perikanan, menghitung kembali rekomendasi jatah solar kepada nelayan. Selain pembatasan solar sangat membebani nelayan, ada pula nelayan tak bisa melaut karena tidak kebagian solar.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Janur Sastra Ananda berjanji, akan menindak lanjuti keluhan nelayan asal Jangkar. Menurut Janur, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi pembatasan pembelian solar tersebut.(Zen/Yok)
No comments:
Post a Comment