LUMAJANG - Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag. membuka secara resmi acara tiga pilar desa di Pendopo Kabupaten Lumajang, dalam acara yang bertemakan “Siap Menghadirkan Wilayah Damai” yang dihadiri sekitar kurang lebih 615 orang, Selasa yang lalu, dengan Pemateri komunikasi aktif tiga pilar desa Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang.
Bupati Lumajang, dalam sambutannya mengatakan, hasil pembangunan itu harus berdampak positif, potensi harus dimaksimalkan dan dijamin ketenangan, ketertiban dan ketentramannya. “Negara harus hadir untuk mewujudkan perdamaian, Lumajang harus bersama dan bersatu. Pastikan Pilkada dan Pilkades tahun 2018 aman mengikuti tahapan dan aturan,” ujarnya.
Selain itu Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H. Agus Wicaksono S.Sos menyampaikan, dalam penyelenggaraan pemerintah sebagai perwujudan komunikasi aktif pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, tujuannya untuk menciptakan pertahanan serta ketentraman dan ketertiban masyarakat. “Babinsa adalah aparat pembina hamkamnas dan babinkamtibnas sebagai penegak hukum di wilayah desa. Tiga pilar ini adalah link bagi negara dan bangsa untuk siap menghadirkan wilayah damai,” terangnya.
Ketua DPRD mempercayakan babinsa dan babinkamtibnas untuk menjaga stabilitas menjelang pilkades. Menurutnya, pilkades perlu difokuskan yang kemungkinan masih ada perselisihan antarcalon kades, dan berlaku pula pada pilkada dan pilgub. Selain itu, ketua DPRD menegaskan intoleransi dan ideologi nasional saat ini berwarna merah namun khusus daerah Lumajang perlu diapresiasi karena tidak terjadi di Lumajang. “Ini merupakan hasil sinergitas dan kerjasama untuk menjaga potensi Kabupaten Lumajang,” ungkapnya.
Kabag Administrasi Setda Pemkabupaten Lumajang, Agus Budianto, S.STP., melaporkan tujuan kegiatan tersebut pertama, menyikapi kesiapan, cegah dini, deteksi dini, dan mengantisipasi guna memperlancar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat menjelang pilkades di akhir tahun 2017. “Pilkada dan Pilgub dipertengahan tahun 2018, dan pilkades serentak 158 desa, pilpres, dan pilleg di tahun 2019. Kedua, saling memberikan informasi, usulan, saran, pendapat, keluhan, dan harapan,” pungkasnya. (Kar)

No comments:
Post a Comment