Laporan
– Karminto Adi, SSos
Wartawan
RADAR KOTA
LUMAJANG - Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag., berharap, agar masalah yang berkait dengan hal yang sensitive, hendaknya informasi yang akurat. Hal itu, disampaikan bupati saat membuka Bimbingan Teknis Komunitas Intelijen Daerah Kabupaten Lumajang di Aula Hotel Prima, Jum'at (26/1/2018).
LUMAJANG - Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag., berharap, agar masalah yang berkait dengan hal yang sensitive, hendaknya informasi yang akurat. Hal itu, disampaikan bupati saat membuka Bimbingan Teknis Komunitas Intelijen Daerah Kabupaten Lumajang di Aula Hotel Prima, Jum'at (26/1/2018).
Bimbingan Teknis Komunitas Intelijen Daerah tersebut dilaksanakan dalam rangka mempercepat pelaporan perkembangan informasi IPOLEKSOSBUD TRANTIBUM di wilayah Kabupaten Lumajang tahun 2018.
Bupati mengungkapkan, masalah yang sensitive yang dimaksudkan, antara lain tentang pertambangan pasir. Untuk itu, bupati meminta informasi yang masuk hendaknya akurat. Meskipun saat ini masalah pasir sudah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi, namun Pemerintah Kabupaten Lumajang juga berkewajiban menjaga stabilitas sosial yang ada di lingkungan pertambangan. Ia juga menyampaikan bahwa pertambangan pasir di Kabupaten Lumajang saat ini sudah mulai tertib, baik pengurusan ijin maupun pajaknya.
Potensi konflik tentang pertambangan pasir, bisa terjadi kapan saja, hal tersebut harus segera ditangani sebagai bentuk pencegahan. . Segela potensi konflik bisa datang melalui komunikasi baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini menuntut para petugas untuk bisa mempelajari situasi di media sosial. "Apalagi sekarang ini, dengan majunya IT dengan hanya kalimat yang sedikit saja bisa memcah belah masyarakat, kita tidak boleh ketinggalan ilmu IT untuk menyikapi itu semua", ujar Bupati Lumajang.
"Saya ingin kondisinya lumajang ini tetap aman, atasi segala potensi konflik yang ada di masyarakat", tambahnya.
Bupati berharap melalui bimtek yang diselenggarakan Bakesbangpol Kabupaten Lumajang sebagai leading sector, dapat melahirkan intelijen yang bisa menambah kepekaan bagi petugas dalam gejala dan situasi apapun yang terjadi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lumajang, Ir. Suyanto melaporkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 50 orang peserta dari unsur satgas deteksi dini yang ada di Kabupaten Lumajang. Narasumber dari Badan Intelejen Daerah Jawa Timur, Kasi Intel Kodim 0821, Kasat Intel Polres Lumajang, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lumajang, Ketua Rapi Kab.Lumajang."pungkasnya(Kar)

No comments:
Post a Comment