Saturday, 30 September 2017

WARGA SEPUTAR SPBU LAMA NGGAK ADA TANGGAPAN WARGA HENDAK DEMO




PEMALANG -  Warga dukuh  bentar Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang kamis 20/7/2017 menandatangi surat pengaduan notta keberatan dengan berdirinya SPBU di bentar,dan hendak mengadakan demo jika pihak pengusaha tidak menghentikan proyek pembangunan tersebut.
Puijiono ,nur,sukirno,romlah, kamis 20/7/2017 sepakat menandatangani surat keberatan di rumah sukirno,dia mengatakan  kami sangat keberatan dengan adanya spbu tersebut,juga menggunakan air bersih milik warga seenaknya tanpa konfirmasi.kami akan menuntut terus hingga di berhentikan proyek tersebut.
  Adi satrio sendiri sebagai  ketua lsm pmpri(pemuda mandiri peduli rakyat indonesia) mengatakan :kami dari lsm pmpri akan mengawal kasus ini  sampai selesai ,dan saya sangat menyayangkan kenapa SPBU bisa di bangun padahal  belum ada kesepakatan warga ,pada hal persyaratan pendirian SPBU harus ada ijin HO. di mana aparat hukum dari dinas terkait !!!.selanjutnya masih menurutnya,   kami akan ke komisi A DPRD mengadukan hal ini,dan kami berharap pihak satpol pp,dan dinas terkait menghentikan proyek tersebut.kami sangat berharap....(k)


TAMYIZ MINTA BANDING, TIDAK TERIMA PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PEMALANG





PEMALAN -  Tamyiz 50, warga desa bongas kecamatan watukumpul kabupaten pemalang jawatengah merasa kecewa dengan pihak pengadilan agama yang menjatuhkan putusan tanpa konfirmasi dengan pihak tergugat ,ahirnya jumat 14 /7/2017 menyatakan akan mengajukan banding
Senin 17/7/2017.
      Tamyiz saat di temui di kecamatan randudongkal jumat 14/7/2017 mengungkapkan keluhkesahnya kepada media tentang aksi kecurangan pihak ppn desanya yang menyembuyikan surat pemberitauan dari pengadilan agama sehingga dirinya tidak mengetahui istrinya menggugat cerai ,sedang dia sendiri sedang merantau kemanadau.lanjutnya, padahal selama saya di rantau tiap bulan saya kirim uang untuk anak dan istri saya,eh tau tau pulang sudah dapat surat putusan pengadilan,dan suadah habis masa bandingnya.
  Lanjutnya kemaren pihak ppn dan dari pa kabupaten pemalang mengakui bahwa tanda tangan atas nama petugas ppn itu yang nandatangi petugas pengadilan agama ,itukan salah mas memalsukan tanda tangan dan akan saya buat lp nanti kalau tidak ada itikad baik begitu ungakapnya. (k)

MDMC TANGANI KORBAN KECELAKAAN DAN GANGUAN KESEHATAN PEMUDIK LEBARAN DI POSKO KECAMATAN BELIK





pemalang -  Mdmc(muhamadiyah disaster menejemen centre) dari rumah sakit rodiah aksid moga buka posko penanganan mudik lebaran di desa bulakan kecamatan belik kabupaten pemalang jawa tengah yang di pimpin langsung oleh sdr suwarwo dengan menerjunkan 10 personil perpiket . Guna melakukan penangana pemudik yg mengalami kec ataupun ganguan  kesehatan.
      Sedangkan Situasi arus mudik sendiri selasa 27/6/2017 dari arah pemalang ke purbalingga ramai lancar begitupun sebaliknya ,sempat terjadi kemacetan di pasar randudongkal ,akibat banyaknya mobil dan motor yang parkir di badan jalan ,kemacetan sendiri mengular hingga 3 km sampai ke randujajar
   Saefudin koordinator lapangan saat di temui di lokasi posko selasa 27/6/2017 mengatakan Posko penanganan mudik lebaran sendiri rencana  akan di selenggarakan selama 4 hari ,di mulai dari h-2 selesai di h+2lebaran kami berharap bisa membantu menangani korban kecelakaan dan gangguan kesehatan,pihaknya menghimbau kepada pemudik bisa mematuhi rambu2 lalu lintas dan jangan segan 2 bila mengalami gangguan kesehatan kami siap membantu
   Sapari pemudik asal purwokerto sendiri sangat berterimakasih kepada MDMC yang telah membantu pemudik yang mengalami gangguan kesehatan .(sk)

Paguyuban Si Bolang Himbau Media Masa Kerja Sama Membangun Pemalang




PEMALANG - Paguyuban Kepala Desa Se- Kecamatan Bantarbolang(SiBolang) mengajak semua media ikut membangun Kabapaten Pemalang, hal tersebut disampaikan oleh Darto Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada acara Halal Bil Halal Kepala Desa Se -Kecamatan Bantarbolang Kamis(6/7/2017),"terima kasih kepada perangkat Desa Sambeng, teman-teman Kepala Desa Se-Kecamatan Bantarbolang, Jajaran Muspika Kecamatan Bantarbolang dan tidak ketinggalan kepada teman-teman media sebagai patner kerja yang sudah hadir dalam acara Halal Bil Halal di selenggarakan di rumah kediaman kami, melalui acara ini dengan semangat Idhul Fitri marilah kita pererat tali silaturahmi untuk membangun Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Bantarbolang,"Ucap tuan rumah slamet  yang juga Kepala Desa Sambeng.

Masih kata Kepala Desa Sambeng, dengan semangat Idhul Fitri kedepan kami berharap jalinan tali silaturrahmi antara kepala Desa dengan Kepala Desa, antara Kepala Desa dengan Muspika, Antara Kepala Desa dengan Media Masa terjalin semakin kuat untuk membangun Kabupaten Pemalang dengan saling mengingatkan, saling kerja sama karena apapun Kepala Desa adalah manusia  yang tak luput dari kesalahan dan apabila terjadi kesalahan janganlah dijadikan senjata, tapi jadikanlah saling menasehati dan mengingatkan, karena manusia adalah sumber kealpaan maka kewajiban sesama muslim harus saling mengingatkan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Paguyuban SiBolang Duhari Jaya yang juga Kepala Desa Pegiringan dalam memberikan sambutannya, sengaja dalam Halal Bil Halal ini kami mengusung tema," Dengan Semangat Idhul Fitri Pererat Tali Silaturahmi", mempunyAi arti yang sangat luas dalam mempererat tali silaturrahmi dengan semua pihak,"keberadaan paguyuban SiBolang yang terdiri atas 17(tujuh belas)anggota Kepala Desa Se-Kecamatan Bantarbolang selama ini sudah menjadi tolok ukur bagi Kepala Desa di Kecamatan lain di Kabupaten Pemalang karena kekompakannya dalam menjalankan roda pemerintahan walaupun kami menyadari masih banyak kekurangan namun kekurangan itu hendaklah dijadikan cambuk untuk meningkatkan kinerja kita sebagai pelayanan masyarakat, dengan menguatkan tali silaturrahmi kepada semua pihak  Insya Allah kita bisa bersama-sama memajukan  dan membangun desa kita masing-masing untuk menjadikan Kabupaten Pemalang menjadi Pemalang hebat",ucapnya singkat dalam sambutannya.

Kekompakan paguyuban SiBolang dalam melayani masyarakat mendapat apresiasi Camat Bantarbolang Drs. Sukisman, hal tersebut disampaikan dalam memberikan sambutannya," kami mewakili muspika kecamatan Bantarbolang sangat apresiasi dengan kinerja rekan-rekan kepala Desa Se-Kecamatan Bantarbolang yang selama ini sudah bekerja melayani masyarakat secara maksimal dan menjadi tolok ukur oleh kepala desa se-Kabupaten Pemalang, kamipun di jajaran Muspika Bantarbolang sangat berterima kasih dan jangan berpuas diri masih ada tugas-tugas lain yang harus kita laksanakan kedepan dan harus selalu berperan aktip", ucap Drs. Sukisman.

Lebih lanjut dikatakannya, kedepan kita  akan mempersiapkan peringatan hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 oleh karena itu melalui Halal Bil Halal ini kami jajaran muspika Bantarbolang mengajak semua jajaran pemerintahan di Kecamatan Bantarbolang harus ikut terlibat secara aktif, baik dalam persiapan, pelaksanaan maupun lomba yang akan kami pertandingkan.

Halal bil halal paguyuban SiBolang di hadiri oleh 17(tujuh belas) kepala Desa Se-Kecamatan Bantarbolang, Danramil Bantarbolang Kapt. S. Acong, Kapolsek Bantarbolang AKP. Sriyanto dan tim penggerak PKK kecamatan Bantarbolang.( solihin kohar)

JENIS BERAS BULOG TAK MANUSIAWI DI TOLAK OLEH WARGA




BANYUWANGI -Lagi-lagi, bantuan beras untuk warga kurang sejahtera kembali disoal penerimanya. Bahkan warga enggan mengambil jatah beras yang tidak layak konsumsi tersebut. Selain warna berasnya hitam dan kekuning-kuningan, beras tersebut ada kutunya.  Kejadian ini terjadi di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Para penerima beras tidak mau menerima, dan mengembalikannya ke balai desa.
Warga meminta kepada aparat desa hendaknya jangan mau menerima beras dengan kualitas yang sangat jelek. Akibat kualitas rastra (beras sejahtera) yang dulunya bernama raskin (beras miskin) sangat jelek,  warga Desa Bengkak, sepakat tidak mau mengambil jatah beras tersebut. Akibatnya,  puluhan sak beras masih menumpuk di aula Desa Bengkak.
Ketua RT 04 RW 05, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Herman dengan tegas menolak penerimaan rastra yang kualitasnya sangat di bawah standar tersebut. Padahal, beras ini untuk konsumsi manusia bukan konsumsi binatang. Seharusnya pihak pemerintah lebih paham, jika beras ini di distribusikan, kasihan warga. Mereka harus menggiling lagi, agar warna kecoklatannya hilang.
“Kasihan masyarakat yang menerima kalau beras dengan mutu seperti ini di bagikan kepada warga. Selain berasnya sudah bau, warnanya kecoklatan ada kutunya lagi. Beras seperti ini bukan untuk di konsumsi manusia, tapi konsumsinya binatang,” kata Herman.
Hal serupa dikeluhkan Ishak alias Robert, warga Desa Wongsorejo, dia sangat kecewa dengan mutu beras yang dikirim oleh Bulog yang diperuntukan warga kurang mampu tersebut. Ishak meminta kepada aparat Desa tidak asal menerima beras jatah tersebut.
“Kalau mutu berasnya jelek, ya mbok di kembalikan saja. Jangan mau menerima, kira-kira warga diberi beras yang mutunya tidak layak konsumsi, pak Kadesnya diam saja, tolak dong,” ujar Ishak. Sayangnya, Kades Bengkak, Lutfi Efendi tidak ada di tempat.ditemui Sekretaris Desa. Saat ditanya mutu beras tersebut, Dia mengaku tidak mengerti, dan mutunya memang seperti itu. “Bulog ngirimnya ya beras itu, habis bagaimana lagi,” jawabnya. (robby)/rk

KAPOLSEK PRONOJIWO BERSAMA DANRAMIL LAKUKAN SILATURAHMI DAN PEMASANGAN HIMBAUAN KAMTIBMAS TAMU WAJIB LAPOR 1X24 JAM

Laporan – Karminto Adi, SSos Wartawan RADAR KOTA LUMAJANG - Kapolsek Pronojiwo IPTU Kusnan bersama Danramil Pronojiwo Kapten I ...