Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan Tabloid RADAR KOTA
LUMAJANG - Perum Perhutani lumajang belum lama ini telah berhasil menemukan adanya puluhan gelondong kayu Jati dari hasil pembalakan liar di Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang. Meskipun sangsi berat telah dijatuhkan kepada para pelaku pembalakan liar dan sosialisasi arti pentingnya menjaga kelestarian hutan, serta upaya memberikan kesadaran tentang dampak negatif akibat pembakaran liar bisa berakibat merusak ekosistem hutan serta berdampak pemanasan global bencana tanah longsor di daerah pegunungan.
Namun ironisnya masih saja adanya masyarkat yang telah melakukan pembalakan liar Wakil Kepala Perhutani Lumajang Muchlisin SH SHut membenarkan adanya temuannya beberapa saat yang lalu tentang sebanyak 14 gelondong kayu jati dengan ukuran panjang 2m dan diameter 35-40m yang diduga hasil pembalakan liar. "Hasil intelegensi kami memberikan informasi kemudian kami segera ke lokasi barang bekas pemotongan kayu, kemudian kami melacak ke tempat disimpannya kayu jati tersebut, "Jelasnya Senin (15/01/2018)
Sejumlah Puluhan gelondong kayu Jati tersebut berada di belakang Rumah saudara tersangka di Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang. Pihaknya sudah melakukan pengejaran dan akan melakukan penangkapan Kawanan pembalak kayu Jati di hutan petak Rumah saudara 20 B RPH Bago Kecamatan Pasirian Lumajang namun sayangnya pelaku yang tergolong profesional tersebut berhasil melarikan diri.
"Namun kami sudah berupaya akan melakukan penangkapan namun sayangnya mereka kabur duluan, akibat kejadian tersebut diperkirakan kerugian materi mencapai 20 juta namun adanya kerugian alam yang tidak bisa terukur yakni kerusakan alam akibat pembalakan liar tersebut,,"pungkasnya.(kar)
LUMAJANG - Perum Perhutani lumajang belum lama ini telah berhasil menemukan adanya puluhan gelondong kayu Jati dari hasil pembalakan liar di Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang. Meskipun sangsi berat telah dijatuhkan kepada para pelaku pembalakan liar dan sosialisasi arti pentingnya menjaga kelestarian hutan, serta upaya memberikan kesadaran tentang dampak negatif akibat pembakaran liar bisa berakibat merusak ekosistem hutan serta berdampak pemanasan global bencana tanah longsor di daerah pegunungan.
Namun ironisnya masih saja adanya masyarkat yang telah melakukan pembalakan liar Wakil Kepala Perhutani Lumajang Muchlisin SH SHut membenarkan adanya temuannya beberapa saat yang lalu tentang sebanyak 14 gelondong kayu jati dengan ukuran panjang 2m dan diameter 35-40m yang diduga hasil pembalakan liar. "Hasil intelegensi kami memberikan informasi kemudian kami segera ke lokasi barang bekas pemotongan kayu, kemudian kami melacak ke tempat disimpannya kayu jati tersebut, "Jelasnya Senin (15/01/2018)
Sejumlah Puluhan gelondong kayu Jati tersebut berada di belakang Rumah saudara tersangka di Desa Bago Kecamatan Pasirian Lumajang. Pihaknya sudah melakukan pengejaran dan akan melakukan penangkapan Kawanan pembalak kayu Jati di hutan petak Rumah saudara 20 B RPH Bago Kecamatan Pasirian Lumajang namun sayangnya pelaku yang tergolong profesional tersebut berhasil melarikan diri.
"Namun kami sudah berupaya akan melakukan penangkapan namun sayangnya mereka kabur duluan, akibat kejadian tersebut diperkirakan kerugian materi mencapai 20 juta namun adanya kerugian alam yang tidak bisa terukur yakni kerusakan alam akibat pembalakan liar tersebut,,"pungkasnya.(kar)

No comments:
Post a Comment